WELCOM TO INDONESIA FORUM
 
IndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 TBC ATAU PARU PARU

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
KENDEO
Administrators
Administrators


Jumlah posting : 25
Join date : 10.12.10
Age : 27
Lokasi : INDONESIA RAYA

PostSubyek: TBC ATAU PARU PARU   Wed Apr 20, 2011 12:03 am

Tuberkulosis atau TBC pernah
menjadi penyakit yang sangat
menakutkan di Indonesia, yaitu
pada masa kemerdekaan dulu.
Penyakit ini mudah menular,
seperti halnya flu biasa dan cepat
menyebar pada orang-orang yang
hidup bersama penderita. Bahkan,
panglima besar Jendral Sudirman
pun akhirnya tidak berdaya
melawan penyakit ini.
Sekarang, upaya pencegahan sejak
dini telah dilakukan, yaitu dengan
paket imunisasi BCG pada balita.
Walau demikian, Indonesia belum
terbebas 100 % dari penyakit ini.
Apa itu TBC paru-paru ?
Tuberkulosis adalah penyakit
infeksi akibat infeksi kuman
Mycobacterium yang bersifat
sistemis (menyeluruh) sehingga
dapat mengenai hampir seluruh
organ tubuh, dengan lokasi
terbanyak di paru-paru yang
biasanya merupakan lokasi infeksi
yang pertama kali terjadi.
Apa penyebabnya ?
Bakteri Mycobacterium tuberculosa,
bakteri ini dapat menular. Jika
penderita bersin atau batuk maka
bakteri tuberculosi akan bertebaran
di udara. Infeksi awal yang terjadi
pada anak-anak umunya akan
menghilang dengan sendirinya jika
anak-anak telah mengembangkan
imunitasnya sendiri selama periode
6-10 minggu. Tetapi banyak juga
terjadi dalam berbagai kasus,
infeksi awal tersebut malah
berkembang menjadi progressive
tuberculosis yang menjangkiti
organ paru dan organ tubuh
lainnya. Jika sudah terkena infeksi
yang progresif ini maka gejala
yang terlihat adalah demam, berat
badan turun, rasa lelah, kehilangan
nafsu makan dan batuk-batuk.
Dalam kasus reactivation
tuberculosis, infeksi awal
tuberculosis (primary tuberculosis)
mungkin telah lenyap tetapi
bakterinya tidak mati melainkan
hanya "tidur" untuk sementara
waktu.
Bilamana kondisi tubuh sedang
tidak fit dan dalam imunitas yang
rendah, maka bakteri ini akan aktif
kembali. Gejala yang paling
menyolok adalah demam yang
berlangsung lama denga keringat
yang berlebihan pada malam hari
dan diikuti oleh rasa lelah dan berat
badan yang turun. Jika penyakit ini
semakin progresif maka bakteri
yang aktif tersebut akan merusak
jaringan paru dan terbentuk
rongga-rongga (lubang) pada paru-
paru penderita maka si penderita
akan batuk-batuk dan
memproduksi sputum (dahak)
yang bercampur dengan darah.
Faktor resiko
Penyakit TBC adalah penyakit yang
dapat ditularkan terutama melalui
percikan ludah dari orang yang
menderita, namun bila daya tahan
tubuh seseorang itu baik maka
kuman yang ada didalam tubuh
hanya akan menetap dan tidak
akan menyebabkan infeksi dan
saat daya tahan tubuh sedang
turun maka kuman akan menjadi
aktif dan menyebabkan timbulnya
infeksi pada orang tersebut.
Inkubasinya sangat tergantung
kepada individu dan level dari
infeksi tersebut, apakah termasuk
dasar, progresif atau aktif kembali.
TBC adalah penyakit kronis yang
dapat berlangsung selama
bertahun-tahun jika tidak ditangani
secara benar. Jika sudah terinfeksi
TBC sebaiknya penderita dirawat di
rumah sakit atau sanatorium
sampai sembuh betul.
Gejala klinis
Gejala umum/nonspesifik antara
lain :
Berat badan turun tanpa sebab
yang jelas atau pada anak berat
badan tidak naik dalam 1 bulan
dengan penanganan gizi.
Tidak nafsu makan dan pada anak
terlihat gagal tumbuh serta
penambahan berat badan tidak
memadai sesuai umur.
Demam lama dan berulang tanpa
sebab yang jelas (bukan tifoid,
malaria atau infeksi saluran nafas
akut), dapat disertai adanya
keringat pada malam hari
Adanya pembesaran kelenjar
seperti di leher atau ketiak
Batuk lama lebih 30 hari dengan
atau tanpa dahak atau dapat juga
berupa batuk darah
Pada anak-anak, primary
pulmonary tuberculosis (infeksi
pertama yang disebabkan oleh
bakteri tuberculosis) tidak
menampakkan gejalanya
meskipun dengan pemeriksaan
sinar X-ray. Kadang-kadang; ini
pun jarang; terlihat adanya
pembesaran kelenjar getah bening
dan batuk-batuk. Dalam banyak
kasus jika tuberculin skin test-nya
menunjukkan hasil positif maka si
penderita diindikasikan menderita
penyakit TBC. Anak-anak dengan
dengan tuberculin test positif,
meskipun tidak menampakkan
gejala, harus mendapatkan
perawatan serius.
Pengobatan
Obat untuk TBC berbentuk paket
selama 6 bulan yang harus
dimakan setiap hari tanpa terputus.
Bila penderita berhenti ditengah
pengobatan maka pengobatan
harus diulang lagi dari awal, untuk
itu maka dikenal istilah PMO
(pengawas minum obat) yaitu
adannya orang lain yang dikenal
baik oleh penderita maupun
petugas kesehatan (biasanya
keluarga pasien) yang bertugas
untuk menngawasi dan
memastikan penderita meminum
obatnya secara teratur setiap hari.
Pada 2 bulan pertama obat
diminum setiap hari sedangkan
pada 4 bulan berikutnya obat
diminum selang sehari. Regimen
yang ada antara lain : INH,
Pirazinamid, Rifampicin,
Ethambutol, Streptomisin.
Yang dapat anda lakukan:
Konsultasi ke dokter anda.
Minumlah obat anti tuberkulosa,
sesuai nasihat dokter secara
teratur, dan jangan menghentikan
pengobatan tanpa sepengetahuan
dokter, karena kan mendorong
kuman jadi kebal terhadap
pengobatan anti tuberkulosa.
Biasanya penyembuhan paling
cepat sekitar 6-9 bulan kalau
minum obat secara teratur.
Makanlah makanan bergizi.
Menyederhanakan cara hidup
sehari-hari agar tidak
menyebabkan stres dan banyak
istirahat terutama di tempat
berventilasi baik.
Menghentikan merokok, bila anda
perokok.
Tindakan dokter untuk anda
Memastikan diagnosa melalui
pemeriksaan dahak, pemeriksaan
rontgen dada atau pada temapat
lain yang disesuaikan keperluan,
pemeriksaan darah dan kadar gula
darah.
Memberi resep obat-obat anti TB.
Menganjurkan anda untuk masuk
rumah sakit bila dipandang perlu,
dengan tujuan memulihkan
kesehatan dan istirahat, agar
melampaui saat gawat selesai.
Melakukan operasi untuk
membuang bagian-bagian tubuh
yang gterkena bila dipandang
perlu.
Memeriksa keluarga atau orang-
orang terdekat dengan anda,
mencari sumber infeksi dan
kemungkinan terkena TB juga.
Memberikan petunjuk mengenai
cara batuk agar tidak
menyebarkan kuman dan meludah
harus dikumpulkan dengan diberi
cairan pembunuh kuman (antara
lain : lisol), cara hidup yang teratur
dan menenangkan pikiran agar
daya tahan tubuh mengatasi
penyakit dengan cepat.
Pencegahan
Imunisasi BCG pada anak balita,
Vaksin BCG sebaiknya diberikan
sejak anak masih kecil agar
terhindar dari penyakit tersebut.
Bila ada yang dicurigai sebagai
penderita TBC maka harus segera
diobati sampai tuntas agar tidak
menjadi penyakit yang lebih berat
dan terjadi penularan.
Jangan minum susu sapi mentah
dan harus dimasak
Bagi penderita untuk tidak
membuang ludah sembarangan.
Pencegahan terhadap penyakit TBC
dapat dilakukan dengan tidak
melakukan kontak udara dengan
penderita, minum obat pencegah
dengan dosis tinggi dan hidup
secara sehat. Terutama rumah
harus baik ventilasi udaranya
dimana sinar matahari pagi masuk
ke dalam rumah.
Tutup mulut dengan sapu tangan
bila batuk serta tidak meludah/
mengeluarkan dahak di
sembarangan tempat dan
menyediakan tempat ludah yang
diberi lisol atau bahan lain yang
dianjurkan dokter dan untuk
mengurangi aktivitas kerja serta
menenangkan pikiran.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://tawangsari.mw.lt
 
TBC ATAU PARU PARU
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» ER-6n ---------------- atau ----------------ER-6F ????????
» cdi atau knalpot?
» Pilih BT92 ukuran 150/70 atau 150/60
» master rem Brembo R1 atau Brembo RCS15
» pilih mana: akrapovik, yoshimura USA, nojima, atau Arrow

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
INDONESIA :: kesehatan :: penyakit-
Navigasi: